IQPlus, (29/1) - The Nusa Dua memasuki fase penting dalam sejarah pengembangannya melalui pelaksanaan Kick Off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua pada Rabu (28/1).
Inisiatif ini adalah tonggak transformasi terbesar sejak kawasan mulai dikembangkan pada tahun 1973.
Adapun tujuan rejuvenasi ini adalah menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang lebih modern dan berkelanjutan tetapi tetap selaras dengan budaya serta kearifan lokal Bali.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa rejuvenasi ini menandai komitmen kuat perusahaan dalam menjaga relevansi dan daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia unggulan Indonesia.
"Transformasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi langkah menyeluruh untuk memperkuat kualitas tata ruang, fasilitas publik, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan. Kami ingin menghadirkan The Nusa Dua yang lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan pariwisata modern, tanpa meninggalkan akar budaya Bali dan nilai-nilai lokal yang menjadi karakter kawasan." ujarnya.
Peremajaan The Nusa Dua mencakup peningkatan infrastruktur yang menjadi aspek utama kenyamanan wisatawan.
ITDC melakukan overlay jalan sepanjang 3,7 km sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur inti untuk meningkatkan daya dukung kawasan terhadap aktivitas pariwisata dan operasional harian.
Pada area jalan setapak sepanjang 7,5 km juga akan diremajakan melalui penataan sistem pencahayaan kawasan.
Khususnya pada titik-titik yang belum mendapat penerangan optimal, sehingga jalur pedestrian kini tampil lebih terang dan ramah bagi wisatawan pada malam hari.
Selain itu, akses menuju Peninsula Island juga ditata ulang agar lebih teratur. (end)
ITDC RESMI KICK-OFF PROYEK REJUVENASI THE NUSA DUA
29 Jan 2026


