IQPlus, (31/7) - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan kinerja yang lebih kuat pada semester I 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan pada pendapatan, laba kotor, hingga laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut laporan keuangan perseroan Jumat, penjualan bersih Perseroan melonjak 124,61% menjadi Rp33,81 triliun pada semester I 2026 dari Rp15,05 triliun pada semester I 2025. Seiring peningkatan volume usaha, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp32,56 triliun dibandingkan Rp14,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan penjualan tersebut mendorong laba kotor meningkat 67,17% menjadi Rp1,25 triliun, dibandingkan Rp746,84 miliar pada semester I 2025.
Setelah memperhitungkan beban usaha, penghasilan keuangan, beban keuangan, dan beban lainnya, Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp895,72 miliar, meningkat 99,43% dibandingkan Rp449,12 miliar pada semester I 2025.
Selanjutnya, laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp700,88 miliar, naik 100,85% dari Rp348,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp700,01 miliar dari Rp348,51 miliar pada semester I 2025 atau tumbuh sekitar 100,86%.
Peningkatan profitabilitas juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang naik menjadi Rp152,00 per saham dibandingkan Rp75,68 per saham pada semester I 2025, atau meningkat sekitar 100,84%.
Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026 total aset Perseroan tercatat sebesar Rp11,35 triliun, menurun sekitar 9,93% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp12,60 triliun. Sementara itu, jumlah liabilitas turun 18,86% menjadi Rp7,60 triliun dari Rp9,37 triliun pada akhir 2025. Penurunan liabilitas tersebut diikuti peningkatan ekuitas menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,23 triliun pada akhir tahun sebelumnya. (end)
PENJUALAN BERSIH HRTA MENINGKAT 124,61% PADA SEMESTER I-2026
31 Jul 2026


