IQPlus, (8/9) - PEFINDO menetapkan peringkat idAA- untuk PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan obligasi yang masih beredar. Prospek atas peringkat perusahaan direvisi menjadi positif dari stabil, mencerminkan ekspektasi PEFINDO bahwa pendapatan dan EBITDA TPIA akan lebih stabil dalam jangka pendek, didorong oleh bisnis kilang minyak, solusi mobilitas, dan infrastruktur, yang akhirnya akan meningkatkan profil bisnis dan keuangannya. Harga minyak mentah yang tinggi pada semester pertama 2026 berdampak positif pada bisnis kilang minyak, menjadikan kilang minyak sebagai pendorong utama peningkatan pendapatan dan margin keuntungan TPIA.
Peringkat mencerminkan posisi terdepan TPIA dalam industri energi, kimia, dan infrastruktur, yang didukung oleh sinergi dengan mitra strategis, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendukung yang memadai, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat. Peringkat dibatasi oleh struktur permodalan dan kebijakan keuangan yang moderat dan sensitivitas terhadap siklus industri kimia.
Peringkat dapat dinaikkan apabila TPIA mampu mempertahankan profil keuangannya di tengah kembalinya harga minyak mentah ke tingkat normal, dengan dukungan dari bisnis solusi mobilitas dan infrastruktur yang diharapkan memiliki margin keuntungan lebih stabil. Konsolidasi jaringan stasiun bahan bakar ESSO sejak 1 Januari 2026 telah memperkuat diversifikasi bisnis TPIA, sementara rencana transaksi Cycle & Carriage (C&C) serta proyek Chlor-Alkali and Ethylene Dichloride (CA-EDC) juga dapat memperkuat profil bisnis dan keuangan TPIA. Sebaliknya, prospek dapat direvisi kembali menjadi stabil tanpa kenaikan peringkat jika Perusahaan mencatatkan perolehan pendapatan dan EBITDA yang lebih rendah dari yang diproyeksikan, yang dapat memperburuk profil keuangannya. Peringkat juga dapat berada dalam tekanan jika fleksibilitas keuangan TPIA memburuk, sebagaimana tercermin dari porsi fasilitas pinjaman yang lebih rendah dari bank-bank bereputasi tinggi, atau apabila Perusahaan melakukan ekspansi yang dibiayai oleh utang yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan, yang berdampak pada profil keuangan yang lebih lemah.
TPIA merupakan perusahaan kilang minyak dan petrokimia serta bergerak di bidang infrastruktur di Indonesia dan Singapura. Basis aset TPIA di kedua negara tersebut mencakup kilang minyak, kompleks ethylene cracker, kompleks kimia midstream dan hilir, serta jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Singapura. TPIA juga memiliki 60% saham di PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), perusahaan infrastruktur yang fokus pada pembangkit listrik, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik darat dan maritim. Per 30 Juni 2026, saham Perusahaan dimiliki oleh PT Barito Pacific Tbk (34,63%), SCG Chemicals Public Company Limited (15,71%), PT Top Investment Indonesia (15,00%), Prajogo Pangestu (5,03%), Marigold Resources Pte. Ltd. (3,92%), Erwin Ciputra (0,17%), dan publik (25,54%). (end)
PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idAA- UNTUK CHANDRA ASRI PACIFIC
08 Sep 2026


