Pada pekan terakhir (19 – 23 Januari 2026), IHSG mencatatkan koreksi sebesar -1,62% menuju level 8.951 dengan net foreign sell Rp 3,5 triliun di Reguler Market. Tekanan ini dipicu oleh perpaduan pelemahan rupiah, aksi profit taking menjelang pengumuman rebalancing MSCI dengan metodologi baru, serta sentimen geopolitik global yang membuat pergerakan IHSG cenderung tertekan sepanjang pekan.
💡Fokus Katalis Pekan Ini:
- Menanti Keputusan The Fed 28 Januari: Ujian Sentimen Global bagi IHSG
- Profit Taking Jelang Keputusan MSCI, IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual
- Update Komoditas Global: Emas ATH, Minyak Menguat, Nikel Tertekan Aksi Ambil Untung
- Menanti Pengumuman Tender WTE Pertengahan Februari, Saham Berpotensi Volatil
📈 Track Record Ngintip Saham Minggu Depan
- Win rate program 80%
- Total akumulasi profit dari seluruh rekomendasi +932,37%


